berita bola - Lucas Vazquez mengaku tidak punya rencana untuk meninggalkan Real Madrid. Bahkan, pemain berusia 28 tahun itu ingin mengakhiri kariernya di Los Blancos.
Vazquez memulai karirnya di tim Castilla sebelum bergabung dengan Espanyol. Ia kemudian kembali ke klub pada musim panas 2015.
Pemain asal Spanyol itu tengah menjalani musim kelimanya bermain di Santiago Bernabeu. Sampai sejauh ini, Vazquez sudah membuat 201 penampilan di semua kompetisi dan mencetak 24 gol.
Vazquez juga berhasil meraih banyak gelar bersama Los Blancos. Ia memenangkan tiga trofi Liga Champions, dua Piala Super Eropa, tiga Piala Dunia Antarklub, dan satu La Liga. agen casino online
Setelah meraih kesuksesan besar bersama Los Blancos, Vazquez membeberkan rencana jangka panjangnya. Ia mengatakan tidak punya niat untuk meninggalkan Real Madrid.
Vazquez juga memuji kapten klub Sergio Ramos. Ia menganggap Ramos sebagai lawan tersulit yang pernah dihadapinya.
"Sergio Ramos [adalah pemain paling menantang yang pernah saya hadapi]," tambahnya.
"Karena karakter kompetitifnya, dan karena ia adalah yang terbaik di dunia dalam posisinya."
“Ia sangat intens dari hari ke hari. Ia adalah contoh untuk semua pemain, dan ia adalah kapten ia selalu menunjukkannya.”
sumber : Bola.net
Selasa, 31 Maret 2020
Minggu, 29 Maret 2020
Valencia Minta Arsenal Bayar Rp714 Miliar untuk Carlos Soler
berita bola - Valencia siap membuka pintu negosiasi dengan Arsenal terkait transfer Carlos Soler. Namun, banderol yang diminta pihak Valencia cukup mahal. Lantas, siapa Carlos Soler?
Arsenal punya banyak rencana untuk musim 2020/2021 yang akan datang. Di bawah kendali Mikel Arteta, mereka disebut akan melakukan perombakan skuad dan banyak mengandalkan pemain muda.
Mikel Arteta bakal menambahkan beberapa pemain baru. Salah satu sektor yang bakal mendapat tambahan pemain baru yakni sisi kiri. Sebab, The Gunners kekurangan pemain di posisi tersebut.
Di posisi bek kiri, Sead Kolasinac dan Kieran Tierney lebih sering cedera. Bukayo Saka, yang posisinya winger kiri, harus digeser menjadi bek kiri. Pierre-Emerick Aubameyang pun dimainkan sebagai winger kiri.
Mikel Arteta diyakini akan memainkan Aubameyang sebagai penyerang tengah pada musim 2020/2021. Lantas, Mikel Arteta akan mendatangkan winger atau gelandang kiri baru. Carlos Soler pun masuk dalam bidikan.
Carlos Soler bermain cukup bagus untuk Valencia pada musim 2019/2020 ini, di posisi gelandang kiri. Dengan usia yang baru 23 tahun, dia dianggap sebagai incaran yang cocok untuk Arsenal.
Hanya saja, seperti dikutip dari Sky Sports, Arsenal harus membayar mahal untuk mendapatkan jasa Carlos Soler. Pemain yang juga bisa bermain sebagai gelandang kanan itu dibanderol 36 juta pounds [Rp714 miliar]. agen casino online
Carlos Soler bukan hanya bisa bermain sebagai winger kiri dan kanan, dia juga bisa bermain pada posisi gelandang tengah. Kelebihan ini membuat pemain asal Spanyol menjadi pilar penting Valencia.
Carlos Soler merupakan pemain binaan akademi sepak bola Valencia. Dia mendapat kesempatan promosi ke tim utama pada 2015. Namun, Carlos Soler baru mendapat kesempatan bermain pada 2016/2017.
Sejak saat itu, posisi Carlos Soler tak tergantikan di tim utama Los Che. Pada musim 2018/2019 lalu, Carlos Soler membawa Valencia juara Copa del Rey dengan mengalahkan Barcelona di laga final.
Carlos Soler juga menjadi pilar timnas Spanyol di kelompok usia. Carlos Soler bermain untuk Spanyol U-19 hingga U-21. Pada tahun 2019 lalu, Carlos Soler membawa Spanyol U-21 menjadi juara Euro U-21
sumber : Bola.net
Arsenal punya banyak rencana untuk musim 2020/2021 yang akan datang. Di bawah kendali Mikel Arteta, mereka disebut akan melakukan perombakan skuad dan banyak mengandalkan pemain muda.
Mikel Arteta bakal menambahkan beberapa pemain baru. Salah satu sektor yang bakal mendapat tambahan pemain baru yakni sisi kiri. Sebab, The Gunners kekurangan pemain di posisi tersebut.
Di posisi bek kiri, Sead Kolasinac dan Kieran Tierney lebih sering cedera. Bukayo Saka, yang posisinya winger kiri, harus digeser menjadi bek kiri. Pierre-Emerick Aubameyang pun dimainkan sebagai winger kiri.
Mikel Arteta diyakini akan memainkan Aubameyang sebagai penyerang tengah pada musim 2020/2021. Lantas, Mikel Arteta akan mendatangkan winger atau gelandang kiri baru. Carlos Soler pun masuk dalam bidikan.
Carlos Soler bermain cukup bagus untuk Valencia pada musim 2019/2020 ini, di posisi gelandang kiri. Dengan usia yang baru 23 tahun, dia dianggap sebagai incaran yang cocok untuk Arsenal.
Hanya saja, seperti dikutip dari Sky Sports, Arsenal harus membayar mahal untuk mendapatkan jasa Carlos Soler. Pemain yang juga bisa bermain sebagai gelandang kanan itu dibanderol 36 juta pounds [Rp714 miliar]. agen casino online
Carlos Soler bukan hanya bisa bermain sebagai winger kiri dan kanan, dia juga bisa bermain pada posisi gelandang tengah. Kelebihan ini membuat pemain asal Spanyol menjadi pilar penting Valencia.
Carlos Soler merupakan pemain binaan akademi sepak bola Valencia. Dia mendapat kesempatan promosi ke tim utama pada 2015. Namun, Carlos Soler baru mendapat kesempatan bermain pada 2016/2017.
Sejak saat itu, posisi Carlos Soler tak tergantikan di tim utama Los Che. Pada musim 2018/2019 lalu, Carlos Soler membawa Valencia juara Copa del Rey dengan mengalahkan Barcelona di laga final.
Carlos Soler juga menjadi pilar timnas Spanyol di kelompok usia. Carlos Soler bermain untuk Spanyol U-19 hingga U-21. Pada tahun 2019 lalu, Carlos Soler membawa Spanyol U-21 menjadi juara Euro U-21
sumber : Bola.net
Soal Potong Gaji dan Reputasi Barcelona
berita bola - Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu masih berusaha menemukan kesepakatan dengan para pemain untuk memotong gaji mereka beberapa bulan ke depan, hanya sementara. Pemotongan gaji ini sangat penting untuk membantu klub di tengah pandemi virus corona.
Saat ini sepak bola tengah dihentikan sementara, termasuk La Liga. Penghentian musim tentu berdampak besar, khususnya pada aliran dana untuk membantu klub tetap berjalan dan membayar ratusan pekerja di bawah mereka.
Klub-klub besar dengan kekayaan melimpah pun harus mengambil jalan pemotongan gaji, sebut saja Juventus yang baru-baru ini mencapai kesepakatan pemotongan gaji pemain sampai tiga bulan ke depan.
Barcelona pun ingin menerapkan solusi tersebut, yang sayangnya masih belum benar-benar diterima para pemain.
Menurut Marca, saat ini sebagian skuad Barca membuat situasi jadi lebih sulit. Mereka masih belum benar-benar menerima gagasan pemotongan gaji. Sebagian merasa klub masih punya banyak uang.
Namun, pada akhirnya para pemain akan menyerah. Reputasi mereka dipertaruhkan jika tidak mau berkorban di tengah masa-masa sulit ini. Skuad Barca harus mengalah, setidaknya beberapa bulan ke depan.
Skuad barca curiga karena melihat rival mereka, Real Madrid. Sampai sekarang, Los Blancos tidak merencanakan langkah pemotongan gaji, padahal mereka sama-sama kesulitan.
Penghentian musim sementara ini bisa membuat Barca merugi sampai 100 juta euro. Jumlah kerugian itu sebenarnya tidak berbeda dengan kerugian Madrid. agen casino online
Kabarnya, kapten-kapten Barca ragu dengan keputusan para petinggi. Mereka curiga apakah pemotongan gaji ini perlu apakah klub akan benar-benar kesulitan jika tidak ada sepak bola selama beberapa bulan?
Sebab, Real Madrid tidak memaksakan gagasan tersebut pada pemainnya. Para pemain Barca curiga pemotongan gaji ini merupakan akibat kecerobohan bos-bos mereka dalam mengelola klub.
Jika keputusannya ada di tangan pemain, mereka jelas tidak akan menerima pemotongan gaji, tapi itu bakal jadi langkah yang keliru di mata fans yang kehilangan pekerjaan, pendapatan, bahkan kehilangan orang terdekat mereka.
Marca mengklaim keputusan pemotongan gaji ini pada akhirnya akan dicapai, tentu setelah negosiasi panjang dan berhati-hati.
sumber: Bola.net
Saat ini sepak bola tengah dihentikan sementara, termasuk La Liga. Penghentian musim tentu berdampak besar, khususnya pada aliran dana untuk membantu klub tetap berjalan dan membayar ratusan pekerja di bawah mereka.
Klub-klub besar dengan kekayaan melimpah pun harus mengambil jalan pemotongan gaji, sebut saja Juventus yang baru-baru ini mencapai kesepakatan pemotongan gaji pemain sampai tiga bulan ke depan.
Barcelona pun ingin menerapkan solusi tersebut, yang sayangnya masih belum benar-benar diterima para pemain.
Menurut Marca, saat ini sebagian skuad Barca membuat situasi jadi lebih sulit. Mereka masih belum benar-benar menerima gagasan pemotongan gaji. Sebagian merasa klub masih punya banyak uang.
Namun, pada akhirnya para pemain akan menyerah. Reputasi mereka dipertaruhkan jika tidak mau berkorban di tengah masa-masa sulit ini. Skuad Barca harus mengalah, setidaknya beberapa bulan ke depan.
Skuad barca curiga karena melihat rival mereka, Real Madrid. Sampai sekarang, Los Blancos tidak merencanakan langkah pemotongan gaji, padahal mereka sama-sama kesulitan.
Penghentian musim sementara ini bisa membuat Barca merugi sampai 100 juta euro. Jumlah kerugian itu sebenarnya tidak berbeda dengan kerugian Madrid. agen casino online
Kabarnya, kapten-kapten Barca ragu dengan keputusan para petinggi. Mereka curiga apakah pemotongan gaji ini perlu apakah klub akan benar-benar kesulitan jika tidak ada sepak bola selama beberapa bulan?
Sebab, Real Madrid tidak memaksakan gagasan tersebut pada pemainnya. Para pemain Barca curiga pemotongan gaji ini merupakan akibat kecerobohan bos-bos mereka dalam mengelola klub.
Jika keputusannya ada di tangan pemain, mereka jelas tidak akan menerima pemotongan gaji, tapi itu bakal jadi langkah yang keliru di mata fans yang kehilangan pekerjaan, pendapatan, bahkan kehilangan orang terdekat mereka.
Marca mengklaim keputusan pemotongan gaji ini pada akhirnya akan dicapai, tentu setelah negosiasi panjang dan berhati-hati.
sumber: Bola.net
Sabtu, 28 Maret 2020
Cerita Tragis Pengalaman Carlos Vela saat membela Arsenal
berita bola - Carlos Vela pernah memperkuat Arsenal sewaktu masih belia dan bertahan cukup lama. Sayangnya, ia tidak pernah mendapatkan kenangan manis selama bersama klub berjuluk The Gunners tersebut.
Pemain asal Meksiko tersebut bergabung dengan Arsenal saat usianya masih berumur 17 tahun. Beberapa orang meyakini bahwa Vela merupakan wonderkid yang siap menyinari pentas sepak bola Eropa.
Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya. Ia hanya bermain sebanyak 64 kali dan mencetak 11 gol selama enam tahun berseragam Arsenal. Hingga akhirnya ia memutuskan pindah ke Real Sociedad pada tahun 2012.
Sekarang ia sedang bersinar di kompetisi papan atas Amerika Serikat, MLS, bersama Los Angeles FC. Sejak bergabung pada tahun 2018 lalu, ia sudah melesakkan total 50 gol dari 61 penampilannya.
Perjalanannya bersama Arsenal ternyata membekas di benaknya. Vela mengatakan bahwa dirinya tak mampu beradaptasi dengan klub yang berbasis di London itu sehingga tak memiliki kenangan manis selama di sana.
Padahal di Real Sociedad ia tampil cukup apik. Selama lima musim, ia mencatatkan 54 gol dari 184 penampilan. Ditambah 12 gol dari 35 penampilan di musim sebelumnya saat masih berstatus pemain pinjaman.
"Bagian terpenting dalam hidup saya muncul saat di San Sebastian: keluarga baru saya. Saya datang tiga tahun setelah berada di London, di mana saya tak mampu untuk beradaptasi," ujarnya kepada GQ. agen casino online
"Saya tidak bisa menjelaskan secara spesifik [mengapa tak bisa beradaptasi]. Itu adalah tempat di mana saya tidak memiliki kenangan yang manis. Saya ingin keluar dari sana," lanjutnya
Vela tidak berpikir panjang saat Real Sociedad datang dan menawarinya opsi untuk bermain secara permanen di Spanyol. Tanpa basa-basi, ia langsung mengatakan iya.
"Di sana saya mulai merasakan kenikmatan bermain lagi setelah tiga tahun menjalani kehidupan yang buruk di Inggris. Saya tidak tahu menahu soal negara Basque," tambahnya.
"Saya sangat ingin pergi sampai saat saya mendengar bahwa saya mendapatkan tawaran bagus untuk meninggalkan Inggris, saya langsung berkata: 'Saya suka itu! Ya, ayo pergi!" pungkasnya.
Sayang, karir Vela di pentas internasional tak semulus dengan level klub. Ia sudah memutuskan gantung sepatu, namun sempat mempersembahkan dua trofi Concacaf Gold Cup pada tahun 2009 dan 2015.
sumber : bola.net
Pemain asal Meksiko tersebut bergabung dengan Arsenal saat usianya masih berumur 17 tahun. Beberapa orang meyakini bahwa Vela merupakan wonderkid yang siap menyinari pentas sepak bola Eropa.
Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya. Ia hanya bermain sebanyak 64 kali dan mencetak 11 gol selama enam tahun berseragam Arsenal. Hingga akhirnya ia memutuskan pindah ke Real Sociedad pada tahun 2012.
Sekarang ia sedang bersinar di kompetisi papan atas Amerika Serikat, MLS, bersama Los Angeles FC. Sejak bergabung pada tahun 2018 lalu, ia sudah melesakkan total 50 gol dari 61 penampilannya.
Perjalanannya bersama Arsenal ternyata membekas di benaknya. Vela mengatakan bahwa dirinya tak mampu beradaptasi dengan klub yang berbasis di London itu sehingga tak memiliki kenangan manis selama di sana.
Padahal di Real Sociedad ia tampil cukup apik. Selama lima musim, ia mencatatkan 54 gol dari 184 penampilan. Ditambah 12 gol dari 35 penampilan di musim sebelumnya saat masih berstatus pemain pinjaman.
"Bagian terpenting dalam hidup saya muncul saat di San Sebastian: keluarga baru saya. Saya datang tiga tahun setelah berada di London, di mana saya tak mampu untuk beradaptasi," ujarnya kepada GQ. agen casino online
"Saya tidak bisa menjelaskan secara spesifik [mengapa tak bisa beradaptasi]. Itu adalah tempat di mana saya tidak memiliki kenangan yang manis. Saya ingin keluar dari sana," lanjutnya
Vela tidak berpikir panjang saat Real Sociedad datang dan menawarinya opsi untuk bermain secara permanen di Spanyol. Tanpa basa-basi, ia langsung mengatakan iya.
"Di sana saya mulai merasakan kenikmatan bermain lagi setelah tiga tahun menjalani kehidupan yang buruk di Inggris. Saya tidak tahu menahu soal negara Basque," tambahnya.
"Saya sangat ingin pergi sampai saat saya mendengar bahwa saya mendapatkan tawaran bagus untuk meninggalkan Inggris, saya langsung berkata: 'Saya suka itu! Ya, ayo pergi!" pungkasnya.
Sayang, karir Vela di pentas internasional tak semulus dengan level klub. Ia sudah memutuskan gantung sepatu, namun sempat mempersembahkan dua trofi Concacaf Gold Cup pada tahun 2009 dan 2015.
sumber : bola.net
Langganan:
Postingan (Atom)



